Kabupaten Banjarnegara

Lambang resmi Kabupaten Banjarnegara
Lambang
Julukan: 
Dawet Ayu
Motto: 
Manunggaling swara tumataning praja
(Indonesia) "Bersatu suara membangun negara"
(1571 Masehi)
Peta
Peta
7°24′S 109°48′E / 7.4°S 109.8°E / -7.4; 109.8Negara IndonesiaProvinsiJawa TengahDasar hukumUndang-Undang Nomor 13 Tahun 1950Hari jadi26 Februari 1571 (umur 453)Ibu kotaBanjarnegaraJumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 20
  • Kelurahan: 12
  • Desa: 266
Pemerintahan
 • BupatiTri Harso Widrahmanto (penjabat.) • Wakil BupatiLowong • Sekretaris DaerahIndartoLuas
 • Total1.069,73 km2 (413,03 sq mi)Populasi
 (2021)[1]
 • Total1.020.982 • Kepadatan951/km2 (2,460/sq mi)Demografi
 • Agama
  • 0,53% Kekristenan
    • 0,38% Protestan
    • 0,15% Katolik
  • 0,04% Buddha
  • 0,01% Hindu
  • 0,01% Lainnya[2][3][4]
  •  • BahasaIndonesia, Jawa • IPMKenaikan 68,61 (2022)
    Sedang[5]Zona waktuUTC+07:00 (WIB)Kode posKode BPS
    3304
    Kode area telepon+62 286Pelat kendaraanR xxxxKode Kemendagri33.04 DAURp 1.015.129.697.000,- (2020)Flora resmiKayu manis cinaFauna resmiPelatuk bawangSitus webbanjarnegarakab.go.id


    Kabupaten Banjarnegara (Jawa: Hanacaraka: ꦧꦚ꧀ꦗꦂꦤꦼꦒꦫ, Pegon: بانجارنڬارا, translit. Banjarnegara) adalah sebuah wilayah kabupaten yang terletak di provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Ibu kotanya berada di kecamatan Banjarnegara. Kabupaten Banjarnegara terletak di antara 7° 12'–7° 31' Lintang Selatan dan 109° 29'–109° 45'50" Bujur Timur. Luas Wilayah Kabupaten Banjarnegara adalah 106.970,997 ha atau 3,10 % dari luas seluruh Wilayah Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang di sebelah utara, Kabupaten Wonosobo di sebelah timur, Kabupaten Kebumen di sisi selatan, serta Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Purbalingga di sebelah barat.

    Geografi

    Bentang alam berdasarkan bentuk tata alam dan penyebaran geografis, wilayah ini dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

    Topografi

    Topografi wilayah ini sebagian besar (65% lebih) berada di ketinggian antara 100 s/d 1000 meter dari permukaan laut. Secara rinci pembagian wilayah berdasarkan topografi.

    Sungai Serayu mengalir menuju ke Barat, serta anak-anak sungainya termasuk Kali Tulis, Kali Merawu, Kali Pekacangan, Kali Gintung dan Kali Sapi. Sungai tersebut dimanfaatkan sebagai sumber irigasi pertanian.

    Wilayah kabupaten Banjarnegara memiliki iklim tropis, dengan curah hujan rata-rata 3.000 mm/tahun, serta suhu rata-rata 20°- 26 °C.


    Sejarah

    Aloen-aloen di Bandjarnegara, Terlihat dari rumah staf, dulunya rumah Kepala Konstruksi Kabupaten Wonosobo Bandjarnegara.

    Dalam perang Diponegoro, R.Tumenggung Dipoyudo IV berjasa kepada pemerintah mataram, sehingga di usulkan oleh Sri Susuhunan Pakubuwono VII untuk di tetapkan menjadi bupati banjar berdasarkan Resolutie Governeor General Buitenzorg tanggal 22 agustus 1831 nomor I, untuk mengisi jabatan Bupati Banjar yang telah dihapus statusnya, berkedudukan di Banjarmangu dan dikenal dengan Banjarwatulembu. Usul tersebut disetujui.

    Persoalan meluapnya Sungai Serayu menjadi kendala yang menyulitkan komunikasi dengan Kasunanan Surakarta. Kesulitan ini dirasakan menjadi beban bagi bupati ketika dia harus menghadiri Pasewakan Agung pada saat-saat tertentu di Kasultanan Surakarta. Untuk mengatasi masalah ini diputuskan untuk memindahkan ibu kota kabupaten ke selatan Sungai Serayu.

    Daerah Banjar (sekarang Kota Banjarnegara) menjadi pilihan untuk ditetapkan sebagai ibu kota yang baru. Kondisi daerah yang baru ini merupakan persawahan yang luas dengan beberapa lereng yang curam. Di daerah persawahan (Banjar) inilah didirikan ibu kota kabupaten (Negara) yang baru sehingga nama daerah ini menjadi Banjarnegara (Banjar: Sawah, Negara: Kota).


    Lambang sebelum diubah

    Pada tanggal 17 Agustus 1967, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gotong Royong (DPRDGR) Kabupaten Banjarnegara meluncurkan lambang daerahnya oleh M. Soedjirno, Bupati Banjarnegara ke-7. Lambang Banjarnegara didesain oleh Soehardjo, Wakil Bupati Banjarnegara periode 2006–2011. Ia menyebutkan bahwa lambang tersebut dibuat saat usianya 10 tahun dan merupakan hasil dari perlombaan (sayembara). Ia mengaku bahwa proses untuk dapat disahkan menjadi lambang resmi daerah tersebut berlangsung selama satu tahun, lalu pada dekade 1980-an lambangnya kemudian diberikan sengkalan di bawahnya yang menjadi motto daerah, Wani memetri rahayuning praja, yang artinya "Bertekad melestarikan kemakmuran menuju kebahagiaan lahir-batin bagi rakyat dan pemerintahnya".[6]

    Lambang tersebut berbentuk perisai hijau dengan tepi kuning. Di dalamnya terdapat padi 17 butir, kapas 8 kuntum bunga, segilima merah putih, bintang, pohon beringin, gunung dan daratan, sifon Belanda, sebilah keris, dan gelombang air. Lambang dengan sengkalan daerah ini dikukuhkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Banjarnegara Nomor 11 Tahun 1988 tentang Perubahan Pertama Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Tentang Lambang Daerah.

    Perubahan lambang

    Lambang lama Banjarnegara

    Pada tahun 2018, Pemkab Banjarnegara menghadirkan tanggal hari jadi yang baru, 26 Februari 1571.[7] Akibat dari penetapan hari jadi yang baru ini, Pemkab Banjarnegara berencana untuk merevisi lambang daerahnya agar sesuai dengan hari jadinya yang baru itu. Pada tahun 2021, sejumlah rancangan lambang versi baru dibocorkan di media sosial. Sekda Banjarnegara Indarto menjelaskan bahwa lambang yang berseliweran ini muncul atas usulan masyarakat Banjarnegara. Namun, pihaknya menyebut bahwa perubahan tersebut masih dibahas di DPRD. Ada usulan dawet ayu yang muncul dari sejarawan Banjarnegara Heni Purwono.[8] Di tengah-tengah pandemi, draf lambang daerah yang diusulkan oleh DPRD itu bocor, dengan hilangnya gambar beringin, diganti dengan Candi Arjuna yang ada di kompleks Candi Dieng l dengan latar belakang logo Kabupaten banjarnegara yg di dominasi Pegunungan / Daratan tinggi. Saat desain tersebut dituding berkaitan dengan sebuah kepentingan politik tertentu, Tuswadi, ilmuwan yang tergabung dalam anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia beranggapan bahwa beringin bukanlah simbol politik, melainkan perwujudan dari sila ketiga Pancasila, dan tak dapat "disandingkan dengan pohon di lambang partai".[9]

    Bentuk final dari lambang tersebut akhirnya muncul di situs resmi Pemerintah Kabupaten Banjarnegara pada Februari 2022. Lambang tersebut mempertahankan mayoritas elemen lama, dengan menambah Candi Arjuna di Dieng, Gunung / Daratan Tinggi ,sawah dan ladang kentang, serta Bendungan Panglima Besar Jenderal Sudirman. Motto daerah yang baru ini adalah sengkalan Manunggaling swara tumataning praja, yang dapat dimaknai sebagai 1571 Masehi. Secara maknawi, sengkalan ini bermakna "Bersatu padunya masyarakat dan pemerintah dalam membangun dan menata kehidupan demi terwujudnya baldatun ṭayyibatun wa rabbun ġafūr". Lambang ini dikukuhkan dengan Perda No. 1 Tahun 2022.

    Pemerintahan

    Daftar Bupati

    No. Bupati Awal jabatan Akhirjabatan Wakil Bupati
    Tri Harso Widirahmanto
    (Penjabat)
    22 Mei 2022 Petahana Lowong

    Dewan Perwakilan

    Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Banjarnegara dalam tiga periode terakhir.

    Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
    2009–2014[10] 2014–2019[11] 2019–2024[12]
    PKB 5 Steady 5 Kenaikan 7
    Gerindra (baru) 3 Kenaikan 5 Penurunan 3
    PDI-P 7 Penurunan 6 Kenaikan 9
    Golkar 8 Penurunan 6 Penurunan 4
    NasDem (baru) 3 Kenaikan 4
    PKS 6 Penurunan 5 Steady 5
    PPP 6 Steady 6 Penurunan 5
    PAN 8 Penurunan 6 Penurunan 4
    Hanura (baru) 0 Steady 0 Kenaikan 2
    Demokrat 5 Penurunan 3 Kenaikan 7
    PDP (baru) 1
    PKNU (baru) 1
    Jumlah Anggota 50 Penurunan 45 Kenaikan 50
    Jumlah Partai 10 Penurunan 9 Kenaikan 10


    Kecamatan

    Kabupaten Banjarnegara terdiri dari 20 kecamatan, 12 kelurahan, dan 266 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.002.398 jiwa dengan luas wilayah 1.023,73 km² dan sebaran penduduk 979 jiwa/km².[13][14]

    Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Banjarnegara, dengan kecamatan terluas dan memiliki penduduk terbanyak adalah kecamatan Punggelan. Kota-kota kecamatan yang cukup signifikan adalah: Kota Mandiraja, Klampok, Wanadadi, Karangkobar, dan Kalibening.

    Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Banjarnegara, adalah sebagai berikut:

    Kode
    Kemendagri
    Kecamatan Jumlah
    Kelurahan
    Jumlah
    Desa
    Status Daftar
    Desa/Kelurahan
    33.04.09 Banjarmangu 17 Desa
    33.04.06 Banjarnegara 9 4 Desa
    Kelurahan
    33.04.16 Batur 8 Desa
    33.04.05 Bawang 18 Desa
    33.04.18 Kalibening 16 Desa
    33.04.13 Karangkobar 13 Desa
    33.04.08 Madukara 2 18 Desa
    Kelurahan
    33.04.03 Mandiraja 16 Desa
    33.04.20 Pagedongan 9 Desa
    33.04.14 Pagentan 16 Desa
    33.04.19 Pandanarum 8 Desa
    33.04.15 Pejawaran 17 Desa
    33.04.12 Punggelan 17 Desa
    33.04.04 Purwanegara 13 Desa
    33.04.02 Purworejo Klampok 8 Desa
    33.04.11 Rakit 11 Desa
    33.04.07 Sigaluh 1 14 Desa
    Kelurahan
    33.04.01 Susukan 15 Desa
    33.04.10 Wanadadi 11 Desa
    33.04.17 Wanayasa 17 Desa
    TOTAL 12 266

    Pendidikan

    Di Banjarnegara juga terdapat perguruan tinggi baik negeri maupun swasta antara lain:

    • Politeknik Banjarnegara
    • STIE Taman Siswa
    • STIMIK Tunas Bangsa
    • STIT Tunas Bangsa
    • STAI Tanbihul Ghofilin
    Pendidikan formal TK atau RA SD atau MI SMP atau MTs SMA atau MA SMK Perguruan tinggi
    Negeri 3 657 95 10 4 0
    Swasta 539 210 49 17 13 3
    Total 542 867 144 27 17 3
    Data sekolah di Kabupaten Banjarnegara
    Sumber:[15]

    Kesehatan

    Rumah Sakit yang memiliki fasilitas yang memadai di antaranya:

    Pariwisata

    Tempat Wisata

    Danau bekas tambang batu Gunung Tampomas di desa Gentansari

    Objek wisata yang ada di Banjarnegara, antara lain:

    Transportasi

    Emplasemen Banjarnegara

    Banjarnegara dilalui jalan nasional lintas tengah Jawa yang menghubungkan Jakarta dengan Surabaya melalui Purwokerto dan Yogyakarta. Klampok merupakan persimpangan jalur menuju Purbalingga dan Banyumas. Selain itu terdapat juga jalan provinsi yang menghubungkan Banjarnegara dengan Pekalongan & Batang, melintasi dataran tinggi Dieng, serta daerah Mandiraja sebagai penghubung antara Banjarnegara dengan Kebumen.

    Angkutan bus antarkota yang melewati Banjarnegara antara lain adalah jurusan Solo-Bawen-Wonosobo-Purwokerto, Semarang-Bawen-Wonosobo-Purwokerto, Wonosobo-Banjarnegara-Bandung, Wonosobo-Banjarnegara-Banyumas serta Banjarnegara-Jakarta.

    Stasiun

    Kabupaten Banjarnegara memiliki 15 stasiun di Jalur kereta api Purwokerto–Wonosobo yang tidak beroperasi, diantaranya:

    Referensi

    1. ^ "Kabupaten Banjarnegara Dalam Angka 2021" (pdf). www.banjarnegarakab.bps.go.id. hlm. 8, 78. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-06-16. Diakses tanggal 15 Juni 2021. 
    2. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama DUKCAPIL
    3. ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Banjarnegara". www.sp2010.bps.go.id.  Tidak memiliki atau membutuhkan |url= (bantuan); Parameter |access-date= membutuhkan |url= (bantuan)
    4. ^ "Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten Kota dan Agama di Provinsi Jawa Tengah, 2020". Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah. 14 April 2021. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-09-13. Diakses tanggal 4 Maret 2022. 
    5. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2021-2022". www.bps.go.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-01-27. Diakses tanggal 8 Agustus 2023. 
    6. ^ Pradikta, Dimas Diyan (2021-09-28). "Logo Banjarnegara Baru Harus Miliki Filosofis dan Historis". Pikiran-Rakyat.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-02-08. Diakses tanggal 2022-02-08. 
    7. ^ Suwito, Castro (2018-12-24). "Hari Jadi Banjarnegara Disepakati 26 Februari 1571 - Suara Merdeka". Suara Merdeka Online. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-02-08. Diakses tanggal 2022-02-08. 
    8. ^ "Marak Gambar Logo Baru Pemkab Banjarnegara, Ini Kata Sekda". SerayuNews. 2021-09-24. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-02-08. Diakses tanggal 2022-02-08. 
    9. ^ Muzaki, Khoirul (2021-10-01). "Desain Logo Baru Kabupaten Banjarnegara Dikaitkan Partai Politik: Pohon Beringin Lambang Sila Ketiga". Tribunnews.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-02-08. Diakses tanggal 2022-02-08. 
    10. ^ Perolehan Kursi DPRD Banjarnegara 2009-2014
    11. ^ Perolehan Kursi DPRD Banjarnegara 2014-2019
    12. ^ Perolehan Kursi DPRD Banjarnegara 2019-2024
    13. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
    14. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
    15. ^ Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) [1]Diarsipkan 2011-06-19 di Wayback Machine. Diarsipkan 2011-06-19 di Wayback Machine. Diarsipkan 2011-06-19 di Wayback Machine. Diarsipkan 2011-06-19 di Wayback Machine. Diarsipkan 2011-06-19 di Wayback Machine. Wilayah Kabupaten Banjarnegara (2010/2011)

    Pranala luar

    Wikimedia Commons memiliki media mengenai Banjarnegara Regency.
    • (Indonesia) Situs web resmi
    Pengawasan otoritas Sunting ini di Wikidata
    • MusicBrainz area