Kasaya

Biksu-biksu dari Asia Tangah dan Cina mengenakan kāṣāya tradisional. Bezeklik, Cina, abad ke-9 - 10.

Kāṣāya (Sanskrit: काषाय kāṣāya; Pali: kasāva; bahasa Tionghoa: 袈裟; Pinyin: jiāshā; bahasa Jepang: 袈裟 kesa; bahasa Korea: 袈裟 가사 gasa; bahasa Vietnam: cà-sa) adalah jubah-jubah biksu dan biksuni Buddha, diberi nama dari bahan pewarna warna kuma-kuma. Dalam bahasa Sanskerta wdn Pali jubah-jubah ini disebut dengan istilah umum cīvara, untuk jubah-jubah yang mana saja tanpa peduli warnanya.

Asal

Penggambaran awal Gautama Buddha memakai jubah kāṣāya, dalam gaya Helenistik.

Kāṣāya Buddhisma konon berasal dari India sebagai seperangkat jubah-jubah yang dipakai abdi-abdi Gautama Buddha. Varian yang gampang dikenali adalah jubah dengan pola yang mirip dengan sawah Asia. Kāṣāya aslinya dibuat dari kain buangan yang dijahit jadi satu membentuk tiga helai kain, yang dikenakan di badan dengan cara-cara khusus. Tiga helai kain utama kain ini yaitu antarvāsa, uttarāsaṇga, dan saṃghāti.[1] Ketiganya membentuk "tiga jubah," atau tricīvara. Tricīvara dijelaskan lebih lanjut dalam Vinaya Theravāda (Vin 1:94 289).

Rujukan

  1. ^ Kieschnick, John. The Impact of Buddhism on Chinese Material Culture. Princeton University Press, Oxfordshire, 2003. p. 90.