Kabupaten Bangli

Lambang resmi Kabupaten Bangli ᬓᬩᬸᬧᬢᬾᬦ᭄ᬩᬂᬮᬶ Kabupatén Baṅli
Lambang
Julukan: 
Gumi Loloh
Motto: 
Bhūkti mukti bhakti
(Sanskerta) Pengabdian dengan berbakti kepada Tuhan dan tanah air demi tujuan masyarakat adil dan makmur secara lahir (bhukti) maupun batin (mukti)
Peta
Peta
8°20′10″S 115°09′27″E / 8.3361°S 115.1575°E / -8.3361; 115.1575Negara IndonesiaProvinsiBaliTanggal berdiri14 Agustus 1958Dasar hukumUndang-Undang Nomor 69 Tahun 1958Ibu kotaBangliJumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 4 kecamatan[1]
  • Kelurahan: 4 kelurahan[1]
  • Desa: 68 desa[1]
Pemerintahan
 • BupatiSang Nyoman Sedana Arta • Wakil BupatiI Wayan Diar • Sekretaris DaerahIda Bagus Gde Giri Putra • Ketua DPRDI Ketut SuastikaLuas • Total490,71 km2 (189,46 sq mi)Populasi
 (31 Desember 2023)[2]
 • Total258.146 • Kepadatan530/km2 (1,400/sq mi)Demografi
 • Agama
  • 0,15% Kekristenan
    • 0,12% Protestan
    • 0,03% Katolik
  • 0,11% Buddha
  • 0,02% Konghucu[2]
  •  • BahasaBali, Indonesia • IPMKenaikan 71,99 (2023)
    tinggi[3]Zona waktuUTC+08:00 (WITA)Kode BPS
    5106
    Kode area telepon+62 366Pelat kendaraanDKKode Kemendagri51.06 APBDRp 1.118.895.723.344,-[4]PADRp 120.500.000.000,00-[4]DAURp 584.470.785.000,00- (2019)Situs webbanglikab.go.id


    Kabupaten Bangli (aksara Bali: ᬓᬩᬸᬧᬢᬾᬦ᭄ᬩᬂᬮᬶ Kabupatén Baṅli) adalah sebuah wilayah kabupaten yang terletak di provinsi Bali, Indonesia. Ibu kotanya adalah Kecamatan Bangli. Kabupaten Bangli adalah satu-satunya kabupaten di provinsi Bali yang tidak memiliki wilayah laut atau berbatasan langsung dengan laut, sehingga Bangli tidak memiliki pantai di tepi laut.[5] Kabupaten Bangli berbatasan dengan Kabupaten Buleleng di sebelah Utara, kabupaten Klungkung dan Karangasem di Timur, dan Kabupaten Klungkung, Gianyar di Selatan serta Badung dan Gianyar di sebelah Barat.

    Bangli mempunyai luas sebesar 519,00 km², dan jumlah penduduk pada akhir 2023 sebanyak 258.146 jiwa.[2] Objek wisata di daerah ini antara lain adalah danau Batur.

    Sejarah

    Menurut Prasasti Pura Kehen yang tersimpan di Pura Kehen, diceritakan bahwa pada abad ke-11 di Desa Bangli berkembang wabah penyakit yang disebut kegeringan yang menyebabkan banyak penduduk meninggal. Penduduk lainnya yang masih hidup dan sehat menjadi ketakutan setengah mati, sehinnga mereka berbondong-bondong meninggalkan desa guna menghindari wabah tersebut. Akibatnya Desa Bangli menjadi kosong karena tidak ada seorangpun yang berani tinggal di sana.

    Raja Ida Bhatara Guru Sri Adikunti Ketana yang bertahta ketika itu berusaha mengatasi wabah tersebut. Setelah keadaan pulih kembali, sang raja yang bertahta pada tahun Caka 1126, tanggal 10 Tahun Paro Terang, Hari Pasaran Maula, Kliwon, Chandra (senin), Wuku Klurut tepatnya pada tanggal 10 Mei 1204, memerintahkan kepada putra-putrinya yang bernama Dhana Dewi Ketu agar mengajak penduduk kembali ke Desa Bangli guna bersama-sama membangun dan memperbaiki rumahnya masing-masing sekaligus menyelenggarakan upacara/yadnya pada bulan Kasa, Karo, Katiga, Kapat, Kalima, Kalima, Kanem, Kapitu, Kaulu, Kasanga, Kadasa, Yjahstha dan Sadha. Disamping itu, raja juga memerintahkan kepada seluruh penduduk agar menambah keturunan di wilayah Pura Loka Serana di Desa Bangli dan mengijinkan membabat hutan untuk membuat sawah dan saluran air. Untuk itu pada setiap upacara besar penduduk yang ada di Desa Bangli harus melakukan persembahyangan.

    Pada saat itu juga, tanggal 10 Mei 1204, Raja Idha Bhatara Guru Sri Adikunti Katana mengucapkan pemastu yaitu:

    “Barang siapa yang tidak tunduk dan melanggar perintah, semoga orang itu disambar petir tanpa hujan atau mendadak jatuh dari titian tanpa sebab, mata buta tanpa catok, setelah mati arwahnya disiksa oleh Yamabala, dilempar dari langit turun jatuh ke dalam api neraka”.

    Bertitik tolak dari titah-titah Sang Raja yang dikeluarkan pada tanggal 10 Mei 1204, maka pada tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari lahirnya Kota Bangli.[6]

    Pemerintahan

    Bupati

    No Bupati Mulai jabatan Akhir jabatan Wakil Bupati
    10 Sang Nyoman Sedana Arta 26 Februari 2021 Petahana I Wayan Diar


    Dewan Perwakilan

    Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Bangli dalam dua periode terakhir.[7][8]

    Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
    2014-2019 2019-2024
    Gerindra 3 Penurunan 1
    PDI-P 13 Kenaikan 16
    Golkar 5 Kenaikan 6
    NasDem 0 Kenaikan 2
    Hanura 2 Penurunan 1
    Demokrat 4 Penurunan 3
    PKPI 3 Penurunan 1
    Jumlah Anggota 30 Steady 30
    Jumlah Partai 6 Kenaikan 7

    Kecamatan

    Kabupaten Bangli terdiri dari 4 kecamatan, 4 kelurahan, dan 68 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 264.945 jiwa dengan luas wilayah 490,71 km² dan sebaran penduduk 540 jiwa/km².[9][10]

    Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Bangli, adalah sebagai berikut:

    Kode
    Kemendagri
    Kecamatan Jumlah
    Kelurahan
    Jumlah
    Desa
    Status Daftar
    Desa/Kelurahan
    51.06.02 Bangli 4 5 Desa
    Kelurahan
    51.06.04 Kintamani - 48 Desa
    51.06.01 Susut - 9 Desa
    51.06.03 Tembuku - 6 Desa
    TOTAL 4 68

    Demografi

    Suku bangsa

    Tari Topeng di Bangli, tahun 2015
    Penglipuran

    Sebagian besar suku penduduk yang ada di Bangli adalah suku Bali, dan Bali Aga. Sementara suku lainnya lebih sedikit, jika dibandingkan dengan kabupaten dan kota lainnya di provinsi Bali. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik dalam Sensus Penduduk Indonesia tahun 2010, sebanyak 207.779 jiwa atau 96,48% dari 215.353 jiwa penduduk kabupaten Bangli adalah suku Bali.[11] Kemudian suku Bali Aga sebanyak 2,18%, dan beberapa lainnya seperti suku Jawa, Sasak, Madura, dan beberapa suku lainnya.[11]

    Berikut adalah banyaknya penduduk kabupaten Bangli berdasarkan suku bangsa pada tahun 2010:[11]

    No Suku Jumlah
    (2010)
    %
    1 Bali 207.779 96,48%
    2 Bali Aga 4.702 2,18%
    3 Jawa 1.658 0,77%
    4 Madura 236 0,11%
    5 Sasak 101 0,05%
    6 Sunda 88 0,04%
    7 Tionghoa 66 0,03%
    8 Suku lainnya 723 0,34%
    Kabupaten Bangli 215.353 100%

    Agama

    Mayoritas penduduk Bangli menganut agama Hindu. Jika dibandingkan dengan kabupaten dan kota lainnya di provinsi Bali, penduduk Bangli beragama Hindu lebih dominan, sementara penduduk dengan agama lain lebih sedikit. Data Kementerian Dalam Negeri pertengahan tahun 2023, penduduk yang menganut agama Hindu sebanyak 98,73%. Selebihnya menganut agama Islam sebanyak 0,99%, kemudian Kekristenan sebanyak 0,15%, agama Buddha sebanyak 0,11% dan Konghucu sebanyak 0,02%.[2][12][13]

    Pariwisata

    Terdapat beberapa objek wisata di kabupaten Bangli, antara lain:

    Galeri

    • Kaldera Gunung Batur
      Kaldera Gunung Batur
    • Pura Ulun Danu Batur
      Pura Ulun Danu Batur
    • Penglipuran
      Penglipuran
    • Pura Kehen
      Pura Kehen

    Referensi

    1. ^ a b c d "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-09-19. Diakses tanggal 05-12-2018.  Periksa nilai tanggal di: |access-date= (bantuan)
    2. ^ a b c d "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2023" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 13 Februari 2024. 
    3. ^ "Indeks Pembangunan Manusia menurut Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Bali (Umur Harapan Hidup Hasil Long Form SP2020) 2021-2023". www.bali.bps.go.id. Diakses tanggal 6 Januari 2024. 
    4. ^ a b "APBD 2018 ringkasan update 04 Mei 2018". 2018-05-04. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-06. Diakses tanggal 2018-07-06. 
    5. ^ "6 Fakta Menarik Kabupaten Bangli". id.berita.yahoo.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-09-18. Diakses tanggal 18 September 2021. 
    6. ^ [email protected]. "Sejarah Bangli | Pemerintah Kabupaten Bangli". Web Kabupaten Bangli (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-10-23. Diakses tanggal 2018-10-23. 
    7. ^ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Bangli 2014-2019
    8. ^ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Bangli 2019-2024
    9. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
    10. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
    11. ^ a b c "Peta Sebaran Penduduk Menurut Suku Bangsa Provinsi Bali" (pdf). bali.bps.go.id. 15 Januari 2015. hlm. 9, 11. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-06-30. Diakses tanggal 24 September 2022. 
    12. ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Bangli". Badan Pusat Statistik. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-03-08. Diakses tanggal 21 Januari 2021. 
    13. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-08-05. Diakses tanggal 2021-09-18. 

    Pranala luar

    • (Inggris) Situs pariwisata resmi Diarsipkan 2005-09-06 di Wayback Machine.
    • (Indonesia) Profil di bali.go.id Diarsipkan 2006-12-14 di Wayback Machine.
    • (Indonesia) BPS Kabupaten Bangli
    • (Indonesia)Tempat Wisata di Bali
    • (Indonesia)Daftar Harga Tiket Masuk Objek Wisata di Bangli
    • Cerita Kaki Gatal - Indonesia Travel Blog Diarsipkan 2016-06-17 di Wayback Machine.
    Pengawasan otoritas Sunting ini di Wikidata
    Umum
    • VIAF
      • 1
    • WorldCat
    Perpustakaan nasional
    • Amerika Serikat
    Lain-lain
    • MusicBrainz area
    • SUDOC (Prancis)
      • 1